BERKARIR SEJAK REMAJA

Menjadi pengusaha sejak remaja, umumnya merupakan impian bagi banyak orang. Bisa membangun sistem secara mandiri, mempunyai usaha yang kokoh diusia muda menjadi suatu tujuan yang baik bagi mereka.

Jika dipadukan dengan situasi saat ini, apakah remaja saat ini mau bekerja keras untuk mencapai, dan merealisasikan mimpi mereka sendiri atau, mereka hanya bersantai, menunggu dan berharap bantuan dari orang lain untuk merealisasikan mimpinya.

Masuk usia remaja banyak anak yang memiliki mimpi besar, mereka juga banyak berpikir bagaimana cara merealisasikan mimpi mereka. Sebagian dari mereka memilih untuk meninggalkan dunia bermain untuk sekedar mempelajari jalan mimpi mereka, tapi tidak sedikit juga anak yang enggan untuk meninggalkan dunia bermain mereka karena tidak dipungkiri kurangnya pemahaman dan minat membuat mereka bersikap santai.

Pada umumnya remaja di awal masuk ke dalam karir anak memiliki pemikiran bahwa, berkarir sebagai seorang kariawan saja sudah cukup untuk mencukupi kebutuhan. Pemikiran itu ada entah karena mereka malas dan takut untuk masuk ke ruang sulit dalam mencapai tujuannya, atau memang mereka kurang membuka sudut pandang dalam diri mereka. lihatlah bagaimana kami mengubah dan memperluas sudut pandang mereka.

Membangun kesadaran atas pentingnya masa depan. Karena hal penting akan menarik fokus seseorang, Ketika mereka memiliki kesadaran atas pentingnya masa depan diri mereka, maka bukan hal yang mustahil jika yang mereka lakukan adalah fokus mencapai pencapaian untuk masa depan bukan?.

Melihat potensi seperti ini yang para pendamping lakukan adalah membuka, atau menumbuhkan kesadaran atas masa depan anak. Membangun daya tahan anak terhadap proses akan memupuk keberanian anak dalam masuk ke ruang sulit. ruang sulit yang kita maksut tentunya bukanlah ruang penyiksaan, tapi ruang dimana banyak tantangan entah dari orang lain atau dari dalam diri anak tersebut. Kesulitan, masalah, dan beban akan membangun kekuatan mental untuk menjadi seorang pengusaha apalagi bagi seorang remaja.

Pola pikir yang selalu kami tanamkan dalam diri setiap anak adalah ”sulit bukan berarti tidak bersenang-senang ”. kita hanya perlu mengubah sudut pandang untuk menikmati proses yang sulit.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *