Membangun Kesadaran Enterpreneur

Bagi anak-anak maupun remaja, dunia mungkin bukan hal yang terlalu dipikirkan oleh mereka. Kebanyakan dari remaja masih terpaku pada kesibukan anak-anak seumuran mereka pada umumnya, belajar dan bermain. Apakah hal itu salah? Tentu tidak, itu merupakan hak mereka. Namun yang perlu disadari ialah, zaman sudah berkembang sampai pada taraf bahwa orang setua atau semuda apapun bisa menjadi seorang pengusaha. Tidak perlu lagi menunggu bertahun-tahun dalam mempunyai pekerjaan, siapapun dapat mulai berusaha dan bekerja sekarang juga.

Kondisi zaman yang seperti ini kian lama semakin membuat siapa saja yang telah memiliki kesadaran untuk memulai lebih awal dalam berkarir. Semakin lama semakin muncul orang sukses yang masih terbilang muda. Terlebih lagi orang-orang sukses tersebut bukan sekadar sukses secara keturunan. Banyak dari mereka yang datang dari latar belakang sederhana, bahkan dari latar belakang yang kurang mampu sekalipun. Kenapa? Karena mereka semua memiliki kesadaran, baik karena dorongan keadaan ataupun dorongan untuk berkembang, mereka semua ingin dirinya untuk berhasil. Hampir dari semua kesuksesan ini terjadi dalam bentuk usaha, atau dalam bahasa sekarang lebih sering disebut dengan entrepreneurship.

Maka jika anda termasuk orang yang menginginkan kesuksesan pada jalan yang serupa, kesadaran entrepreneurship ini haruslah dibangun. Seseorang yang telah mempunyai kesadaran entrepreneur tidak bisa lagi menghabiskan waktunya dalam sehari hanya untuk bermalas-malasan. Mereka menginvestasikan waktu yang mereka punya sebaik mungkin untuk masa depan mereka.

Jalan entrepreneurship sangat penuh resiko, tantangan dan halangan selalu bermunculan. Tidak sedikit orang yang mengalami kegagalan demi kegagalan dalam berentrepreneur. Yang membedakan entrepreneur sukses dan tidak ialah sikapnya dalam menghadapi kegagalan ini. Jika seseorang tersebut dengan mudahnya menyerah dihadapan kegagalan yang ia hadapi, maka ia tidak akan sanggup menjadi entrepreneur yang baik. Namun jika ia memandang sebuah kegagalan dengan cara mengambilnya sebagai sebuah pelajaran berharga, maka ia melangkah lebih lanjut kepada jalan kesuksesan. Mental seperti ini memang butuh dilatih, maka semakin cepat seseorang menyadari akan hal ini, maka akan semakin baik. Jalan kesuksesan memang berliku dan harus dilalui dengan proses yang penuh kesabaran.

Pentingnya Kompetensi dan Kapan Memulai

          Tingkat persaingan di dunia saat ini semakin terjadi dan semakin ketat. Banyak orang membutuhkan pekerjaan tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia tidak kunjung memadai. Bertahun-tahun seseorang mengenyam pendidikan tetapi berakhir kecewa karena apa yang nampaknya telah “dijanjikan” ternyata berujung kesia-siaan. Sedangkan kasus lain, ada lapangan pekerjaan tetapi tidak dapat diambil seseorang karena bukan merupakan bidangnya. Dalam kata lain ia tidak mempunyai kompetensi dalam hal itu.

            Mayoritas orang masih beranggapan bahwa kasus pertama diatas merupakan masalah utamanya. Namun sebaliknya, kasus kedua lah yang menjadi problem. Memang lapangan pekerjaan yang tersedia nampaknya di hari-hari ini makin saja menipis, tetapi itu hanya dalam ranah konvensional. Di era digital ini sebenarnya sangat tak terhitung peluang orang untuk bekerja. Hanya saja karena kurangnya kesadaran masyarakat akan hal ini, peluang pekerjaan konvensional lah yang selama ini dianggap sebagai masalah utama.

            Masalah yang terjadi saat ini ialah orang-orang hanya menunggu lapangan perkerjaan untuk dibuka, mereka tidak bisa atau bahkan tidak ingin untuk menciptakan peluangnya sendiri. Karena untuk mendapatkan suatu pekerjaan, seseorang tidak lagi diperlukan untuk menunggu adanya pintu dari sebuah korporasi untuk dibuka. Setiap orang bisa membuka pintunya sendiri-sendiri. Bagaimana agar ini tercapai lah yang harus disadari dan dipelajari.

            Kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan ini dapat dicapai ketika kita memiliki sebuah kompetensi. Ketika kita mempunyai keahlian dalam suatu hal, maka suatu hal itulah yang akan membantu kita dalam mempunyai pekerjaan. Utamanya di era ini, sudah tak terhingga sebenarnya lapangan pekerjaan yang telah tersedia di dunia digital. Hanya tinggal seseorang itu bisa atau tidak dalam memanfaatkannya. Ambil contoh ketika ada seseorang yang dapat bermain musik serta kompeten dalam permainannya. Maka orang tersebut bisa menjadikan musik sebagai karirnya lewat banyak cara, banyak platform-platform di internet yang bisa memanfaatkan musik untuk menghasilkan pendapatan.

            Lalu bagaimana jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk terjun ke dunia digital? Jawabannya sederhana, pelajari sekarang juga. Jika anda masih muda dan sadar akan hal ini, maka manfaatkanlah banyaknya waktu yang dianugerahkan. Dan apabila anda merasa terlambat dalam menyadari hal ini  maka juga tidak perlu khawatir, karena sesungguhnya tidak ada kata terlambat dalam belajar.