Membangun Lingkungan yang mendukung Proses belajar

Artikel ini layak dibaca oleh semua kalangan, namun lebih perlu diketahui oleh para pendamping, mentor atau guru dalam sebuah kelas. Sering kali kita terlupakan, beberapa Siswa baru dalam kelas yang kita bimbing, seringkali tidak memiliki tingkat motivasi diri yang tinggi  saat mereka berada di kelas, kemungkinan besar, karena orang tua mereka mendaftarkan mereka, bukan karena keinginan mereka sendiri untuk masuk kelas anda. Dalam jenis kasus seperti ini, sebagai seorang mentor, untuk menciptakan lingkungan kelas yang positif kita memiliki tantangan untuk melibatkan dan memotivasi siswa, jika tidak, maka kelas yang kita bimbing akan menjadi kelas yang menjemukan.

Sebuah diskusi yang menyenangkan dalam proses belajar anak dapat terjadi dengan duduk di dalam kelas dan luar kelas, namun berusaha untuk mendengarkan seorang mentor yang cerdas dalam bidang tertentu jadi sebuah tantangan yang perlu diwujudkan untuk mencapai proses belajar seorang siswa. Seorang mentor yang tidak memiliki kemampuan untuk melibatkan siswa dalam diskusi akan memiliki kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajarannya karena Sebagai pelajar menuju proses dewasa, remaja  sering kali kehilangan sesuatu  yang bersifat penyemangat dalam kelas yang dapat diatasi melalui motivasi diri yang awalnya perlu dicetus oleh seorang mentor dalam sebuah kelas, yang nanti efeknya pada anak-anak dalam kelas dapat termotivasi oleh minat yang ada dalam dirinya secara tulus pada subjek yang di cetus oleh mentor atau oleh dorongan untuk mendapatkan hasil dan nilai yang cukup untuk lulus dalam menyelesaikan prosesnya di kelas, saya sadar bahwa itu skill khusus yang perlu dimiliki oleh seorang mentor, dan setiap hari saya belajar.

Lingkungan Kelas yang Seru

Menciptakan lingkungan belajar yang positif di ruang kelas Anda akan membuat siswa Anda merasa nyaman, aman, dan membangun kedekatan karena setiap siswa merasa terlibat,  sesuatu yang layal untuk didapatkan semua siswa. Di ruang kelas di mana nilai dan peran tetap konstan dan fokus ditempatkan pada aspek positif pembelajaran, siswa akan lebih terbuka untuk berpartisipasi aktif di kelas.

Jika mereka diberi kesempatan untuk menjadi bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, siswa akan lebih mungkin mendapat manfaat dari pelajaran, dan hal seperti ini lebih cenderung mampu memotivasi diri. Ini harus menjadi tujuan utama bagi semua guru, karena kurangnya motivasi sering menjadi akar masalah disiplin ilmu.

Ciri-ciri lingkungan kelas yang Seru

Banyak faktor yang menjadi kontribusi terhadap lingkungan belajar yang seru bagi siswa Anda. Tiga yang paling penting adalah:

Contoh Hidup

Setiap guru akan memiliki standar dan nilai yang berbeda di dalam kelas, tetapi satu-satunya unsur yang secara universal penting adalah bahwa ini tetap konsisten sehingga siswa tahu apa yang diharapkan dan apa yang diharapkan dari mereka. Penting bagi siswa Anda untuk mengetahui bahwa lingkungan mereka inklusif, penuh hormat, dan berorientasi komunitas. Untuk membangun aktifitas dan suasana inklusif di kelas, satu ide adalah untuk melibatkan siswa dalam mengambil kehadiran, menggunakan foto masing-masing siswa sebagai  tanda keberadaan siswa dalam kelas.

Penting juga untuk diingat bahwa, lebih dari apa pun, siswa akan meniru tindakan Anda di kelas. Oleh karena itu, sangat penting untuk bekerja dengan baik dalam lingkungan, guru lain, partner serta anggota staf lainnya.

Suasana

Ini adalah bagian yang sangat penting, dan menyenangkan,  untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Kelas Anda harus menjadi tempat yang dinamis dan menarik bagi siswa Anda. Apa yang akan Anda pikirkan jika Anda berjalan ke kelas tanpa ada informasi atau aksesoris apa-apa di dinding? akan terasa Aneh bukan ?….

Jadi sebagai mentor dalam kelas, selamat bersenang-senang tetapi tetap membangun kedekatan hubungan Anda dengan siswa dan dengan topik yang diajarkan, tetap menjaga agar tetap dekat dengan siswa mengharuskan Anda tahu sedikit banyak tentang mereka, Jika Anda diberikan ruang kelas sendiri, ini jauh lebih mudah daripada jika Anda harus berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya, walaupun itu masih mungkin.

Aspek lain dari suasana di kelas adalah bagaimana pengaturannya secara fisik. Sekali lagi, ini harus mencerminkan cita-cita inti Anda. Meja yang disusun dalam baris tidak memungkinkan untuk suasana yang sangat komunal, jadi mungkin sebelum masuk kelas, Anda bisa  mengatur ulang meja dalam lingkaran, kelompok atau bentuk meja berpasangan. Jangan lupa untuk memindahkan mereka kembali ketika Anda selesai kelas.

Menentukan Harapan / Impian

Jika Anda dan siswa bisa bersama-sama menentukan harapan untuk diwujudkan bersama sejak pertemuan awal, dan menjaganya agar tetap konsisten, Anda mungkin dapat menghindari banyak masalah dalam  mangatur kelas. Menentukan aturan dasar di awal pertemuan  kelas adalah penting untuk kesuksesan Anda sebagai seorang mentor.  Membantu melibatkan siswa dalam hal ini untuk memastikan bahwa mereka mengetahui aturan dan konsekuensinya. cara lain yang bagus untuk menambah suasana ruang kelas Anda bisa juga dengan memnentukan aturan dasar dan selalu condong ke arah positif, daripada negatif, dan selalu diingatkan kembali pada mereka mereka. Posting sesuatu di dinding ketika seorang siswa tidak mengikuti aturan kemungkinan akan mempengaruhi seluruh kelas secara negatif, tetapi memposting sesuatu untuk setiap siswa yang mematuhi aturan akan melakukan sebaliknya.

Tanggung jawab

Peran mentor dalam proses belajar ini menghadapi dua arah, sebagai pendidik anda bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan kepada siswa Anda, tetapi Anda akan menjadi mentor yang luar biasa berhasil dan lebih sukses jika Anda juga membiarkan diri Anda belajar dari mereka, Saling Berguru akan terus menjadi fenomena cara belajar zaman sekarang dan ini sudah menjadi keniscayaan dalam pendidikan pada anak remaja dalam kelas anda, karena rasa ingin tahu mereka sangatlah tinggi dan anda akan mendapatkan banyak informasi dari sana sambil anda memberikan saran berlandaskan pengetahuan dan pengalaman anda sebagai mentor mereka. Saling Berguru.

Selamat Berguru

Perbedaan Kompeten dan Kompetensi

Seringkali, kita bingung membedakan antara Kompeten dan kompetensi dalam penggunaan kosakata keseharian, kata-kata ‘kompeten’ dan ‘kompetensi’ memiliki hubungan yang aneh. Sepertinya mereka memiliki arti yang sama, dan kita bisa lihat definisi dalam kamus sangat mirip. Namun, mereka sering digunakan dalam konteks yang berbeda.

Kedua kata tersebut memiliki etimologi yang sama, berasal dari kata Latin ‘competentia’, yang berarti perjanjian, konjungsi, dan mungkin keahlian. ‘Kompeten’ dan ‘kompetensi’ tampaknya telah terpisah satu sama lain dalam bahasa Inggris. Mungkin saja mereka terbentuk karena ejaan yang berbeda dari kata yang sama, mengambil makna yang berbeda dan menjadi kata yang terpisah. Saat ini, walaupun mereka memiliki arti teknis yang berbeda, penggunaan bersama mereka cukup mirip.

Kompeten yang merupakan kata sifat, menggambarkan kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu secara memadai, atau kapasitas mental seseorang untuk memahami suatu proses. Seseorang dianggap kompeten, saat mereka dapat melakukan tugas tertentu.

Kompetensi lebih sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan seseorang untuk melakukan tugas tertentu. Kompeten dan kompetensi  muncul pada akhir abad keenam belas berarti persaingan, berkembang berarti pasokan yang memadai, dan akhirnya pada 1790, berarti kecukupan untuk berurusan dengan apa yang ada. 

Beberapa contoh penggunaan kata kompeten dan kompetensi dalam kalimat yang bisa membantu kita menempatkannya :

  • Siswa lulusan SMK berpotensi kehilangan pekerjaan saat wawancara dengan  HRD karena kurangnya kompetensi.
  • Negara sedang melakukan tes kompetensi bagi siswa untuk menentukan tingkat pembelajaran di antara anak-anak dengan mengevaluasi mereka sebelum Ujian Nasional (UN).
  • Keputusan memilih solusi untuk masalah dalam masyarakat diberikan pada pamong desa karena dianggap kompeten.

Demikian penjelasan singkat tentang bagaimana menempatkan kata yang tepat antara kompeten dan kompetensi, semoga bermanfaat.

Pendidikan Fokus pada Kompetensi

Pendidikan Fokus pada Kompetensi Adalah pendekatan untuk pendidikan yang berfokus pada hasil belajar yang diminati, sebagai pusat proses pembelajaran. Hal ini  berkaitan dengan perkembangan siswa melalui kurikulum dengan kecepatan, kedalaman belajar (Deep Understanding), dan lain-lain. Karena fokus pada kompetensi membuktikan, siswa terus mengalami kemajuan. Ini mirip dengan pembelajaran berbasis penguasaan / learning, dengan perbedaan utama adalah bahwa pembelajaran penguasaan akademis ,  yang cenderung berfokus pada konsep sebagai keterampilan, di sini kami sering menyebut dengan Proses LEARNING to ACHIEVED, sementara pembelajaran berbasis kompetensi sering memusatkan keterampilan yang dapat diamati atau ‘kompetensi, setelah Kompetensi terpenuhi, maka siswa siap untuk proses selanjutnya, disini kami sebut LEARN to ACHIEVED to EARN.
Karakteristik utama pembelajaran ini adalah fokus prosesnya pada kompetensi dan kemandirian. Dalam sistem pembelajaran berbasis kompetensi, siswa tidak diperbolehkan untuk melanjutkan sampai mereka telah menunjukkan penguasaan kompetensi yang telah di kurasi hasil pembelajarannya, hasil kurasi ini di tampilkan pada guru atau pembimbing agar dapat dinilai oleh pembimbing, apakah kompetensi siswa tersebut sudah siap untuk ditampilkan ke “market” atau dunia kerja. Dengan cara ini, pembelajaran berbasis kompetensi terkait erat dengan penguasaan konten materi belajar. Maka pembelajaran berbasis kompetensi melalui proses identifikasi, kurasi dan apresiasi, agar hasil yang dicapai oleh siswa menjadi sebuah kesiapan kemandirian secara utuh.
Dalam sistem pembelajaran ini, fasilitas pendukung dan Ekosistem yang tepat akan mempersingkat proses belajar, siswa yang berhasil mencapai target dengan pembelajaran berbasis kompetensi dapat menjadi model sukses (testimonial) yang efektif,  motivasi untuk peserta baru atau pihak lain karena menemukan cara yang berpotensi mengurangi inefisiensi (termasuk waktu yang dihabiskan untuk belajar) dan meningkatkan ketepatan cara belajar dan prestasi siswa.
 
Kekuatannya terletak pada fleksibilitas proses, karena peserta didik dapat bergerak dengan langkah mereka sendiri. Ini mendukung siswa dengan beragam latar belakang pengetahuan, tingkat kecerdasan, dan bakat terkait lainnya. Tantangan yang hadir dalam proses belajar ini harus terdengar akrab dan menarik bagi siswa dan pendidik, termasuk kesulitan dalam mengidentifikasi – dan menyepakati proses belajar.
 
Kompetensi menjadi tujuan paling penting yang ingin dicapai oleh siswa,  setelah sebelumnya proses belajar bagaimana menemukan minat dan cara terbaik mencapai masing-masing siswa, mentor pembimbing bertugas mengkurasi dan menilai mereka, dan  Ekosistem atau lingkungan mendukung siswa yang sedang berjuang, dengan memberikan suasana (Ambience) yang baik.
 
Di masa kini, teknologi menambah warna baru pada pembelajaran berbasis kompetensi, karena memberikan siswa akses langsung ke konten untuk mengembangkan kompetensi tersebut. Jika setiap siswa dapat mengakses konten yang sama dengan yang dilakukan guru, ada sedikit kebutuhan bagi kelas untuk bergerak bersama, dan siswa dapat membuktikan pemahaman mereka pada istilah yang lebih pribadi dan otentik, ini membuktikan bahwa siswa yang mendalami minat, akan menemukan lebih banyak ilmu pengetahuan sebagai materi pendukung untuk proses menuju kompetensinya.
 
Saat siswa memiliki kecepatan belajar yang luar biasa dengan bantuan teknologi, tugas mentor pembimbing disini lebih pada bagaimana membantu membangun kemampuan diluar teknis, seperti moral dan mental dalam memperisapkan diri menjadi pribadi yang mandiri dimasa depan.