Adab dalam proses Pendidikan

Perkembangan teknologi mempercepat segalanya. Bermacam-macam bentuk kesulitan atau hambatan yang ada pada masa lalu sedikit demi sedikit terkikis oleh kehadiran teknologi yang kian lama semakin maju. Orang dapat mengakses apa yang ia butuhkan dengan mudahnya lewat gadget mereka yang hanya seukuran genggaman tangan. Namun kenapa orang zaman sekarang, dengan akses material yang sangat lengkap, masih saja suka mengeluh soal hidup mereka?

Kita terpenuhi secara materi, tetapi kosong secara nurani. Disinilah letak pentingnya penggunaan hati, yang diwujudkan dalam bentuk adab. Adab dapat membimbing manusia untuk menjadi makhluk yang lebih baik. Ancaman dan bahaya yang timbul dari munculnya kecanggihan teknologi ini dapat ditekan ketika seseorang itu beradab. Dari akar katanya dalam bahasa Arab, adab berarti sopan santun. Atau dalam arti luasnya dapat diartikan sebagai tata karma, moral sosial, nilai-nilai, atau apa saja yang dianggap baik dalam tatanan masyarakat.

Sepintar-pintarnya orang adalah meraka yang mengetahui pentingnya posisi adab ini. Para tokoh-tokoh besar seperti Imam Malik, sangat menekankan pentingnya peranan adab dalam pendidikan. Bahkan ketika ia belajar kepada salah satu gurunya yang bernama Syaikh Rabiah selama 20 tahun, hanya 2 tahun yang digunakannya untuk belajar ilmu. Sedangkan 18 tahun lainnya digunakan untuk mempelajari adab. Imam Malik kemudian di lain kesempatan berkata, “pelajarilah adab sebelum mempelajari sebuah ilmu.”

Ilmu setinggi apapun akan menjadi sia-sai jika tidak didasari dengan adab. Kecenderungan orang ketika memiliki illmu yang tinggi ialah hatinya akan ikut meninggi. Ia akan merasa lebih baik daripada lainnya karena mempunyai kemampuan dan kapasitas. Kemudian perasaaan itu akan bermanifestai dalam bentuk kesombongan, inilah bahaya dari menimba ilmu tanpa adanya kesadaran akan pentingnya adab.

Dengan adab manusia dituntun untuk menjadi lebih baik. Maka dari itu adab harus menjadi pondasi bagi seseorang dalam hidup. Pribadi yang berperilaku baik, ramah kepada sesama, bersikap dengan tata karma yang sopan, pasti akan disukai orang-orang disekelilingya. Tidak hanya itu, manusia yang beradab akan dimudahkan dalam perjalanannya mencari ilmu. Mempelajari adab secara terus menerus tidak akan menghalangi seseorang untuk pintar secara ilmiah. Justru melakukannya akan membantunya untuk memiliki ilmu secara lebih baik.

6 ide Entrepreneurship Untuk Remaja

            Akses bagi remaja untuk berwirausaha sudah menjadi sangat terbuka. Semua orang yang berkemauan dapat memulai menjadi entrepreneur. Tetapi terkadang halangan seseorang, utamanya anak muda, ialah bahwa ia kebingungan untuk memulai, usaha macam apa yang sebaiknya ia jalani. Untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut, berikut ide-ide yang dapat dipertimbangkan oleh para remaja  dalam memulai jalan entrepreneurshipnya

  1. Hobi

Pekerjaan yang paling mudah dan paling menyenangkan adalah pekerjaan yang kita sukai. Anak muda akan bekerja secara lebih keras dan efisien ketika apa yang ia kerjakan sejalan dengan passion mereka. Contoh ketika ada seorang anak yang suka mobil, hanya dengan melihat mobil bagus saja anak itu bisa gembira. Dari situ ia bisa menawarkan jasa yang terkait dengan hobinya itu, katakanlah ia membuka jasa cuci mobil. Walaupun hanya menyuci sebagai pekerjaan, karena yang ia lakukan itu dapat membuatnya bersentuhan dengan mobil-mobil ia kagumi, ia akan bekerja dengan gembira dan pekerjaannya akan sangat efisien.

  1. Produk

Bentuk paling dasar dari berusaha merupakan jual beli. Mulai dari kebutuhan pokok seperti makanan dan pakaian. Sampai barang-barang sekunder seperti handphone, aksesoris, dan sebagainya. Untuk menjual sebuah produk, bisa dengan membuat sendiri atau membeli lalu menjual kembali, tergantung pada kemampuan seseorang tersebut.

  1. Servis

Daripada menjual sebuah produk, anak muda juga memiliki opsi untuk menawarkan jasa. Macam pekerjaan ini dapat berupa programming komputer, mencuci mobil, melukis, dan sebagainya. Banyak anak muda yang memilih usaha servis karena lebih mudah dan murah untuk dimulai ketimbang menjual sebuah produk. Pekerjaan jenis jasa ini dapat dimulai dengan sedikit modal atau bahkan tanpa modal sama sekali. Misal ketika seseorang mempunyai pengetahuan di bidang komputer, maka ia bisa untuk membuka jasa reparasi komputer.

  1. Trend / Mode

Trend yang sedang berlangsung sangat menjajikan untuk dijadikan sebuah usaha. Contohnya ketika muncul sebuah mode untuk memakai sepatu yang dicat warna-warni, maka seseorang bisa membuka jasa cat sepatu, misalnya. Usaha berbasis trend bisa menghasilkan keuntungan banyak dalam waktu singkat. Tetapi kelemahannya yaitu bahwa bisnis semacam ini hanya bersifat sementara. Dan agak sulit untuk memprediksi kapan trend itu akan mulai memudar. Maka diperlukan kecermatan untuk membaca sebuah trend.

 

  1. Partnership

Memulai bisnis juga bisa dimulai dengan mencari seseorang yang bisa dijadikan partner. Ide yang hebat bisa muncul ketika dipikirkan oleh lebih dari satu orang. Ketika para entrepreneur bergabung untuk memulai suatu bisnis, mereka bisa saling menguntungkan dengan masing-masing ide mereka. Sekaligus menambah kelebihan usaha mereka dengan menggabungkan skill yang dimiliki oleh masing-masing orang.

 

  1. Inspirasi dari media

Zaman sekarang informasi sudah tersedia dimana saja. Salah satu media yang paling baik untuk menggali ide bisnis ialah media yang mempublikasi soal bisnis. Publikasi seperti, Wall Street Journal, Forbes, Business Week, dapat menjadi sumber inspirasi bagi para entrepreneur untuk memunculkan ide bisnisnya sendiri.

 

Pendidikan berbasis nilai

Orang pintar di dunia sudah sangat banyak, terbukti pada tahun 2016 sudah tercatat kurang lebih ada 525 juta sarjana, atau kira-kira 7 dari setiap 10 orang. Angka ini menakjubkan jika kita melihat pada tahun 2006, orang yang memiliki gelar sarjana hanya berjumlah 1 dari 100. Membuktikan bahwa pendidikan berkembang secara sangat cepat.

Namun sayangnya, tingginya pendidikan yang ditempuh oleh para sarjana tersebut masih sangat condong kepada pengetahuannya saja, belum termasuk pada nilai-nilai kehidupan yang patutnya dimiliki oleh semua orang. Jadi yang tercetak di dunia ini adalah orang pintar secara otak tetapi kurang mulia secara hati. Ambil contoh, lihat saja betapa kecilnya kesadaran orang-orang untuk membuang sampah pada tempatnya. Seharusnya pengetahuan mereka memadai untuk tahu bahwa membuang sampah secara sembarangan tidak sepatutnya dilakukan. Namun kenapa ini masih saja terjadi dan mereka tampak acuh tak acuh?

Hal ini dikarenakan karena kurangnya kesadaran akan nilai. Semakin orang menjadi pintar maka akan semakin memiliki kecenderungan untuk besar hati. Maka agar kecondongan itu tidak kian membesar, perlu adanya penyeimbang. Kesadaran akan nilai itulah yang akan menimbulkan keseimbangan. Ketika hati kita diisi oleh nilai-nilai etika, ilmu yang tinggi tidak akan membiarkan hati kita untuk ikut meninggi. Tetapi justru akan membuat kita untuk menjadi rendah hati dan menghormati orang lain serta lingkungan.

Merujuk kepada Diane Tilman dan Dina Hsu, pendidikan akan nilai ini didasari oleh setidaknya 11 unsur, yaitu kedamaian, penghargaan, cinta, tanggung jawab, kebahagiaan, kerja sama, kejujuran, kerendahan hati, toleransi, kesederhanaan, dan persatuan. Penanaman unsur-unsur ini secara ideal harus diterapkan pada praktek pendidikan. Baik di rumah, di sekolah, atau dimanapun lingkungannya. Tidak hanya secara pengajaran, tetapi orang tua, guru, maupun mentor dalam bentuk lainnya harus menunjukkan nilai-nilai ini secara praktik. Jadi mereka yang berperan sebagai tenaga pengajar harus bisa menjadi role model. Karena cara termudah bagi anak-anak untuk mempelajari sesuatu adalah dengan meniru. Dan ketika terbentuk sinergi penerapan nilai-nilai kebaikan dari kedua pihak, maka akan menjadi suatu langkah untuk membentuk masyarakat yang lebih baik.

 

Membangun Kebiasaan baik

Memiliki anak remaja yang berbeda kebiasaannya dengan orang tua sering dijadikan sebuah “ganjalan” hati orang tua, kadang dijadikan alasan kemarahan orang tua, misalkan anak lebih senang mengurung diri dan bermain dalam kamar serta melakukan aktifitas dalam ruangan yang membuat anak tidak seperti remaja kebanyakan. Pada kondisi seperti ini orang tua perlu tenang sejenak, Bagi remaja, hidup bukanlah taman bermain, itu hutan. Dan, menjadi orang tua dari seorang remaja juga tidak berjalan di taman, proses ini adalah perjuangan membesarkan seorang manusia yang kan menjadi pertanggung jawaban dihadapan Tuhan. Dalam buku, 7 Kebiasaan Remaja yang Sangat Efektif , penulis Sean Covey  memberikan “kompas untuk membantu remaja dan orang tua mereka menavigasi masalah yang mereka hadapi setiap hari.”

orang tua perlu segera mengetahui Bagaimana  cara anak remaja menangani tekanan teman sebaya? Motivasi? Berhasil atau kurang? Kehidupan seorang remaja penuh dengan masalah sulit dan keputusan yang mengubah hidup. Sebagai orang tua,  bertanggung jawab untuk membantu mereka mempelajari asas dan etika yang akan membantu mereka mencapai tujuan dan menjalani kehidupan yang berhasil.

Meskipun baik untuk memberi tahu anak-anak bagaimana menjalani hidup mereka, “anak melihat dan memperhatikan apa yang Anda lakukan dibanding mendengarkan apa yang Anda katakan,”  Jadilah contoh hidup untuk mereka, praktikkan apa yang Anda khotbahkan. Contoh Anda bisa sangat berpengaruh untuk hidup mereka.

beberapa ide ini bisa anda lakukan untuk membantu anak remaja Anda memahami proses diri mereka dan bekerja samalah untuk menerapkannya:

 Proaktif

Menjadi proaktif adalah kunci untuk membuka kebiasaan lain. Bantu anak remaja Anda mengendalikan dan bertanggung jawab atas hidupnya. Orang proaktif memahami bahwa mereka bertanggung jawab atas kebahagiaan atau ketidakbahagiaan mereka sendiri. Mereka tidak menyalahkan orang lain atas tindakan atau perasaan mereka sendiri.

Mengenalkan Masa depan

Jika remaja tidak jelas tentang di mana mereka ingin berakhir dalam hidup, tentang nilai-nilai mereka, tujuan, dan apa yang mereka perjuangkan, mereka akan berkeliaran, membuang-buang waktu, dan dilempar ke sana kemari oleh pendapat orang lain. Bantu anak remaja Anda membuat pernyataan misi pribadi tentang bagaimana hidupnya di masa depan yang akan bertindak sebagai peta jalan dan mengarahkan serta memandu proses pengambilan keputusannya.

Menentukan prioritas

Kebiasaan untuk konsisten pada waktu dan mengatur aktifitas dalam daftar membantu remaja memprioritaskan dan mengatur waktu mereka sehingga mereka fokus dan menyelesaikan hal-hal terpenting dalam hidup mereka. Mengutamakan hal-hal pertama juga berarti belajar untuk mengatasi ketakutan dan menjadi kuat pada masa-masa sulit. Ini menjalani hidup sesuai dengan yang paling penting.

“Everybody happy”

Remaja dapat belajar menumbuhkan kepercayaan diri bahwa adalah mungkin untuk menciptakan suasana menyenangkan di setiap hubungan. Kebiasaan ini mendorong gagasan bahwa dalam setiap diskusi atau situasi tertentu kedua belah pihak dapat mencapai solusi yang saling menguntungkan. Anak remaja Anda akan belajar merayakan pencapaian orang lain dibanding merasa terancam oleh keberhasilan atas karya orang lain..

Memahami perasaan orang lain

Karena kebanyakan orang tua tidak pandai mendengarkan dengan baik, salah satu frustrasi terbesar dalam hidup ramaja saat ini adalah banyak yang merasa tidak dimengerti. Kebiasaan memahami perasaan orang lain akan memastikan anak remaja Anda mempelajari keterampilan komunikasi , mendengarkan secara aktif.

Kolaborasi

Sinergi tercapai ketika dua orang atau lebih bekerja bersama untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik daripada yang bisa dilakukan sendirian. Melalui kebiasaan ini, remaja belajar bahwa itu tidak harus menjadi “caramu” atau “caraku” melainkan cara yang lebih baik, cara yang lebih tinggi. Kolaborasi memungkinkan remaja menghargai perbedaan dan lebih menghargai orang lain.

Menjadi Spesialis

Remaja tidak boleh terlalu sibuk hidup meluangkan waktu untuk memperbaharui diri atau mempelajari hal-hal baru. Ketika seorang remaja memahami konsep “deep understanding” dia menjaga  pribadinya dan memperdalam pengetahuannya agar tajam dan terakui oleh masyarakat tentang kemampuan skillnya sehingga dia bisa lebih baik menghadapi kehidupan. Ini berarti secara teratur memperbarui dan memperkuat empat dimensi utama kehidupan – tubuh, otak, hati, dan jiwa.

 

Selamat Berproses bersama.

FaQ Karir Anak

karir-anak-faq-blue-square

  • Tanya :

Untuk Program Family Visit, apakah sebuah keharusan untuk orang tua dan anak ikut hadir?

Jawab :

Program Family Visit adalah pertemuan dan diskusi  Karir Anak dengan pihak Keluarga, karena GOAL dari pertemuan ini adalah wawasan tentang dunia Digital untuk calon siswa, jadi kami mewajibkan orang tua dan anak bisa bersamaan hadir untuk Optimalnya  proses belajar.

  • Tanya : pada program Online class, bisakah pihak siswa memilih lebih dari satu materi balajar?

Jawab : Bisa. Kelas Online tidak dibatasi jumlah keikutsertaan siswa dalam mengikutinya, Namun disarankan untuk Fokus pada materi Belajar yang sesuai dengan minat.

  • Tanya :

Anak saya tidak Homeschooling, apakah tetap bisa ikutan program di karir Anak?

Jawab :

Selama masih dalam rentang usia  13-20 tahun, Karir anak tetap menerima siswa sekolah formal, tentunya  keputusan beraktifitas dengan penyesuaian waktu yang  sudah disepakati oleh orang tua dan pihak Karir anak.

  • Tanya :

Apakah hanya Materi Digital yang ada di Program karir Anak

Jawab :

Saat ini Karir anak menyediakan kelas untuk siswa dengan materi Belajar Digital dan visual, namun kedepan bisa meningkat pada materi pendidikan yang lain. Pada Dasarnya

  • Tanya :

Apabila siswa sudah selesai program Live In di Karir Anak, apakah mereka masih bisa melanjutkan Live In nya? Bagaimana dengan biayanya?

Jawab :

Siswa yang sudah selesai program  Live In tetap diizinkan untuk melanjutkan programnya, dengan biaya yang lebih  minim, karena bentuk pendampingannya lebih pada pendalaman materi dan pengembangan system, bahkan di situasi tertentu siswa sudah masuk dalam program magang, maka siswa akan mendapatkan uang saku yang dapat membantu meringankan biaya hidup selama live In.  untuk detail biaya bisa di bicarakan dengan pihak managemen  karir Anak. (email)

  • Tanya :

Untuk calon siswa yang berdomisili dalam kota, apakah harga sama dengan siswa dari luar kota?

Jawab :

Tentu berbeda, karena komponen  akomodasi di tiadakan, jadi pasti lebih hemat. Detail biaya bisa didiskusikan dengan pihak managemen karir Anak. (email)

 

Terima kasih

Membangun Kesadaran Enterpreneur

Bagi anak-anak maupun remaja, dunia mungkin bukan hal yang terlalu dipikirkan oleh mereka. Kebanyakan dari remaja masih terpaku pada kesibukan anak-anak seumuran mereka pada umumnya, belajar dan bermain. Apakah hal itu salah? Tentu tidak, itu merupakan hak mereka. Namun yang perlu disadari ialah, zaman sudah berkembang sampai pada taraf bahwa orang setua atau semuda apapun bisa menjadi seorang pengusaha. Tidak perlu lagi menunggu bertahun-tahun dalam mempunyai pekerjaan, siapapun dapat mulai berusaha dan bekerja sekarang juga.

Kondisi zaman yang seperti ini kian lama semakin membuat siapa saja yang telah memiliki kesadaran untuk memulai lebih awal dalam berkarir. Semakin lama semakin muncul orang sukses yang masih terbilang muda. Terlebih lagi orang-orang sukses tersebut bukan sekadar sukses secara keturunan. Banyak dari mereka yang datang dari latar belakang sederhana, bahkan dari latar belakang yang kurang mampu sekalipun. Kenapa? Karena mereka semua memiliki kesadaran, baik karena dorongan keadaan ataupun dorongan untuk berkembang, mereka semua ingin dirinya untuk berhasil. Hampir dari semua kesuksesan ini terjadi dalam bentuk usaha, atau dalam bahasa sekarang lebih sering disebut dengan entrepreneurship.

Maka jika anda termasuk orang yang menginginkan kesuksesan pada jalan yang serupa, kesadaran entrepreneurship ini haruslah dibangun. Seseorang yang telah mempunyai kesadaran entrepreneur tidak bisa lagi menghabiskan waktunya dalam sehari hanya untuk bermalas-malasan. Mereka menginvestasikan waktu yang mereka punya sebaik mungkin untuk masa depan mereka.

Jalan entrepreneurship sangat penuh resiko, tantangan dan halangan selalu bermunculan. Tidak sedikit orang yang mengalami kegagalan demi kegagalan dalam berentrepreneur. Yang membedakan entrepreneur sukses dan tidak ialah sikapnya dalam menghadapi kegagalan ini. Jika seseorang tersebut dengan mudahnya menyerah dihadapan kegagalan yang ia hadapi, maka ia tidak akan sanggup menjadi entrepreneur yang baik. Namun jika ia memandang sebuah kegagalan dengan cara mengambilnya sebagai sebuah pelajaran berharga, maka ia melangkah lebih lanjut kepada jalan kesuksesan. Mental seperti ini memang butuh dilatih, maka semakin cepat seseorang menyadari akan hal ini, maka akan semakin baik. Jalan kesuksesan memang berliku dan harus dilalui dengan proses yang penuh kesabaran.

Pentingnya Kompetensi dan Kapan Memulai

          Tingkat persaingan di dunia saat ini semakin terjadi dan semakin ketat. Banyak orang membutuhkan pekerjaan tetapi lapangan pekerjaan yang tersedia tidak kunjung memadai. Bertahun-tahun seseorang mengenyam pendidikan tetapi berakhir kecewa karena apa yang nampaknya telah “dijanjikan” ternyata berujung kesia-siaan. Sedangkan kasus lain, ada lapangan pekerjaan tetapi tidak dapat diambil seseorang karena bukan merupakan bidangnya. Dalam kata lain ia tidak mempunyai kompetensi dalam hal itu.

            Mayoritas orang masih beranggapan bahwa kasus pertama diatas merupakan masalah utamanya. Namun sebaliknya, kasus kedua lah yang menjadi problem. Memang lapangan pekerjaan yang tersedia nampaknya di hari-hari ini makin saja menipis, tetapi itu hanya dalam ranah konvensional. Di era digital ini sebenarnya sangat tak terhitung peluang orang untuk bekerja. Hanya saja karena kurangnya kesadaran masyarakat akan hal ini, peluang pekerjaan konvensional lah yang selama ini dianggap sebagai masalah utama.

            Masalah yang terjadi saat ini ialah orang-orang hanya menunggu lapangan perkerjaan untuk dibuka, mereka tidak bisa atau bahkan tidak ingin untuk menciptakan peluangnya sendiri. Karena untuk mendapatkan suatu pekerjaan, seseorang tidak lagi diperlukan untuk menunggu adanya pintu dari sebuah korporasi untuk dibuka. Setiap orang bisa membuka pintunya sendiri-sendiri. Bagaimana agar ini tercapai lah yang harus disadari dan dipelajari.

            Kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan ini dapat dicapai ketika kita memiliki sebuah kompetensi. Ketika kita mempunyai keahlian dalam suatu hal, maka suatu hal itulah yang akan membantu kita dalam mempunyai pekerjaan. Utamanya di era ini, sudah tak terhingga sebenarnya lapangan pekerjaan yang telah tersedia di dunia digital. Hanya tinggal seseorang itu bisa atau tidak dalam memanfaatkannya. Ambil contoh ketika ada seseorang yang dapat bermain musik serta kompeten dalam permainannya. Maka orang tersebut bisa menjadikan musik sebagai karirnya lewat banyak cara, banyak platform-platform di internet yang bisa memanfaatkan musik untuk menghasilkan pendapatan.

            Lalu bagaimana jika seseorang tidak memiliki kemampuan untuk terjun ke dunia digital? Jawabannya sederhana, pelajari sekarang juga. Jika anda masih muda dan sadar akan hal ini, maka manfaatkanlah banyaknya waktu yang dianugerahkan. Dan apabila anda merasa terlambat dalam menyadari hal ini  maka juga tidak perlu khawatir, karena sesungguhnya tidak ada kata terlambat dalam belajar.

Lingkungan Belajar untuk anak

    Fase remaja dalam kebanyakan kasus adalah fase yang paling rumit dalam hidup seseorang. Perasaan bingung, galau, bebas, senang, sedih, dan berbagai macam emosi lainnya datang dan pergi begitu saja. “Emotional Rollercoaster” ini memang dengan seiringnya proses pendewasaan akan lambat laun menghilang. Namun tidak ada salahnya jika kita menyadari hal ini sejak dini dan mempercepat proses kita untuk menjadi dewasa.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi pola pikir dan kehidupan remaja, seperti pergaulan, akses pendidikan, didikan orang tua, dan sebagainya.. Yang ketika dilihat secara keseluruhan maka dapat disimpulkan bahwa lingkungan lah yang paling dapat mempengaruhi seseorang. Dalam sebuah lingkungan atau ekosistem, faktor sekecil apapun dapat mempengaruhi sedikit banyak pribadi seseorang.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa lingkungan yang baik akan menumbuhkan pribadi yang baik. Tetapi baik saja terkadang tidak cukup, orang membutuhkan lingkungan pendukung yang benar-benar dapat menjadi support baginya untuk berkembang. Adanya lingkungan pendukung bisa didapat dengan beberapa cara, yakni :

  1. Alamiah / By Nature

Cara pertama ini mudah secara effort, tetapi sulit secara realita, karena tidak semua orang bisa begitu saja dilahirkan di lingkungan yang menjamin perkembangan mereka. Faktor keberuntungan berperan banyak pada cara yang pertama ini. Maka jika anda berada di lingkungan yang mendukung proses kreativitas anda secara bawaan alam, maka bersyukurlah. Tidak banyak orang di luar sana yang seberuntung anda. Hormatilah apa yang dianugerahkan kalam dengan sebaik mungkin memanfaatkan lingkungan yang anda miliki.

  1. Mencari / By Interest

Mayoritas orang yang mempunyai kesadaran akan perkembangan akan melalui tahapan ini. Ketika anda merasa lingkungan sekitar kurang membantu untuk perkembangan, dan memiliki dorongan untuk menjadi lebih baik, maka tahapan inilah yang akan anda jumpai. Lingkungan yang mendukung bisa dijumpai dimana saja, ketika seseorang mempunyai niat yang baik dan merasa bahwa dirinya berkembang, maka ia sedang berada dalam lingkungan yang mendukung. Bisa juga karena anda merasa ‘stuck’ dengan lingkungan yang anda punya atau sekedar ingin mencari sesuatu yang baru, maka anda mencari lingkungan pendukung yang baru.

  1. Membuat / Create

Tahapan ini paling sulit untuk diperoleh, pelaku cara ketiga ini bukan lagi merupakan orang yang membutuhkan perkembangan untuk dirinya sendiri saja, tetapi dirinya sendiri sekaligus orang lain. Jadi orang yang berada di golongan ini harus mempunyai kemampuan untuk membantu orang lain. Dan mengetahui bagaimana cara agar suatu lingkungan dapat menjadi pendukung bagi orang-orang untuk bertumbuh.

 

Dukungan lingkungan pada proses Belajar

Sebuah diskusi yang menyenangkan dalam proses belajar anak dapat terjadi dengan duduk di dalam kelas dan luar kelas, namun berusaha untuk mendengarkan seorang mentor yang cerdas dalam bidang tertentu jadi sebuah tantangan yang perlu diwujudkan untuk mencapai proses belajar. Seorang mentor yang tidak memiliki kemampuan untuk melibatkan siswa dalam diskusi akan memiliki kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajarannya karena Sebagai pelajar dewasa, remaja  sering kali kehilangan sesuatu  yang bersifat penymangat dalam kelas yang dapat diatasi melalui motivasi diri yang awalnya dicetuskan oleh seorang mentor dalam kelas. Kita dapat termotivasi oleh minat yang tulus pada subjek atau oleh dorongan untuk mendapatkan hasil yang cukup untuk lulus menyelesaikan sebuah kelas, itu skill khusus yang perlu dimiliki oleh seorang mentor.

Siswa baru, seringkali tidak memiliki tingkat motivasi diri yang tinggi  saat mereka berada di kelas Anda, kemungkinan besar, karena orang tua mereka mendaftarkan mereka, bukan karena keinginan mereka sendiri untuk masuk kelas anda. Dalam jenis kasus seperti ini, sebagai seorang mentor, untuk menciptakan lingkungan kelas yang positif anda memiliki tantangan untuk melibatkan dan memotivasi siswa Anda , jika tidak, maka kelas anda menjadi kelas yang menjenuhkan.

Manfaat lingkungan kelas yang positif

Menciptakan lingkungan belajar yang positif di ruang kelas Anda akan membuat siswa Anda merasa nyaman, aman, dan terlibat – sesuatu yang layak untuk semua siswa. Di ruang kelas di mana nilai dan peran tetap konstan dan fokus ditempatkan pada aspek positif pembelajaran, siswa akan lebih terbuka untuk berpartisipasi aktif di kelas.

Jika mereka diberi kesempatan untuk menjadi bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri, siswa akan lebih mungkin mendapat manfaat dari pelajaran, dan dengan demikian lebih cenderung termotivasi diri. Ini harus menjadi tujuan utama bagi semua guru, karena kurangnya motivasi sering menjadi akar masalah disiplin ilmu.

Apa itu lingkungan kelas yang positif?

Sejumlah faktor berkontribusi terhadap lingkungan belajar yang positif bagi siswa Anda. Tiga yang paling penting adalah:

Cita-Cita Inti

Setiap guru akan memiliki standar dan nilai yang berbeda di dalam kelas, tetapi satu-satunya unsur yang secara universal penting adalah bahwa ini tetap konsisten sehingga siswa tahu apa yang diharapkan dan apa yang diharapkan dari mereka.

Penting bagi siswa Anda untuk mengetahui bahwa lingkungan mereka inklusif, penuh hormat, dan berorientasi komunitas. Untuk membangun komunitas dan suasana inklusif di kelas, satu ide adalah untuk melibatkan siswa dalam mengambil kehadiran, menggunakan foto masing-masing siswa sebagai suplemen untuk gaya lama ‘HERE’ mengambil-kehadiran – lihat link berikut sebentar lebih detail dan letakkan twist Anda sendiri di atasnya:  http://www.atozteacherstuff.com/pages/578.shtml

Penting juga untuk diingat bahwa, lebih dari apa pun, siswa akan meniru tindakan Anda di kelas. Oleh karena itu, sangat penting untuk bekerja dengan baik dalam komunitas Anda – dengan guru mitra Anda serta anggota staf lainnya.

Suasana

Ini adalah bagian yang sangat penting – dan menyenangkan – untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif. Kelas Anda harus menjadi tempat yang dinamis dan menarik bagi siswa Anda. Apa yang akan Anda pikirkan jika Anda berjalan ke kelas dasar tanpa ada apa-apa di dinding? Aneh….

Jadi bersenang-senanglah, tetapi tetaplah dekorasikan hubungan Anda dengan siswa khusus Anda dan dengan topik yang diajarkan. Di kelas ESL, menjaganya agar tetap berhubungan dengan materi pelajaran cukup mudah, karena hampir semua hal dalam bahasa Inggris penting, tetapi menjaganya agar tetap berhubungan dengan siswa Anda mengharuskan Anda tahu sedikit tentang mereka.

Jika Anda diberikan ruang kelas sendiri, ini jauh lebih mudah daripada jika Anda harus berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya – walaupun itu masih mungkin. Di kelas Anda sendiri, sisakan sebagian tembok untuk setiap kelas yang Anda ajar. Ini memungkinkan mereka untuk merasa bahwa mereka termasuk di dalam kelas. Anda juga dapat menggunakan dinding untuk menegakkan kembali cita-cita inti Anda, seperti komunitas, dengan memposting foto siswa, foto grup, dan karya siswa.

Jika Anda harus berpindah dari satu kamar ke kamar lainnya, miliki poster portabel untuk setiap kelompok yang Anda ajar, dan ini akan membentuk rasa memiliki yang sama. Simpan proyek masa lalu mereka sehingga mereka tahu bahwa pekerjaan mereka dihargai.

Aspek lain dari suasana di kelas adalah bagaimana pengaturannya secara fisik. Sekali lagi, ini harus mencerminkan cita-cita inti Anda. Meja yang disusun dalam baris tidak memungkinkan untuk suasana yang sangat komunal, jadi Anda mungkin ingin masuk tepat sebelum kelas Anda dan mengatur ulang meja dalam lingkaran, kelompok atau pasangan. Jangan lupa untuk memindahkan mereka kembali ketika Anda selesai di kamar!

Harapan

Jika Anda menetapkan harapan Anda untuk perilaku siswa sejak dini dan menjaganya agar tetap konsisten, Anda mungkin dapat menghindari banyak masalah manajemen kelas.

Meletakkan aturan dasar di awal hubungan Anda dengan sebuah kelas adalah penting untuk kesuksesan Anda sebagai seorang guru. Libatkan siswa Anda dalam hal ini untuk memastikan bahwa mereka mengetahui aturan dan konsekuensinya. Ini adalah cara lain yang bagus untuk menambah suasana ruang kelas Anda – posting aturan dasar dan selalu condong ke arah positif, daripada negatif, penegakan kembali mereka. Posting sesuatu di dinding ketika seorang siswa tidak mengikuti aturan kemungkinan akan mempengaruhi seluruh kelas secara negatif, tetapi memposting sesuatu untuk setiap siswa yang mematuhi aturan akan melakukan sebaliknya.

Relativitas

Peran guru berjalan dua arah – Anda bertanggung jawab untuk memberikan pengetahuan kepada siswa Anda, tetapi Anda akan menjadi guru yang lebih sukses jika Anda juga membiarkan diri Anda belajar dari mereka juga. Ini khususnya benar ketika Anda mengajar ESL di negara asing. Siswa-siswa Anda dapat mengajari Anda banyak hal tentang budaya mereka.

Belajar tentang siswa Anda akan memungkinkan Anda untuk menjaga materi dan kegiatan kelas relatif terhadap minat mereka. Saya mengajar di Korea Selatan selama Piala Dunia, jadi standar yang mudah – dan biasanya akurat – bagi saya adalah sepak bola. Mengajarkan konsep yang sulit dengan topik yang diminati siswa Anda akan menghasilkan tingkat retensi yang lebih tinggi.

Bungkus

Menyatukan kelas dengan ide-ide di atas dalam pikiran akan menciptakan lingkungan di mana siswa Anda akan berkembang. Mereka akan merasa terlibat dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri serta cukup nyaman untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan individu dan kelompok. Penegakan kembali positif Anda akan memungkinkan mereka membangun harga diri dan menjadi siswa yang lebih sukses, yang tentu saja, menjadikan Anda seorang guru yang sukses!

Temukan lebih banyak

Jika Anda menemukan artikel blog ini menarik, kami mengundang Anda untuk menjelajahi artikel lain yang kami miliki di bagian blog kami untuk menemukan tips dan kisah pengajaran luar biasa dari guru kami.

 

Ekosistem dan ambience yang tepat untuk belajar

Impian orangtua untuk menciptakan Lingkungan yang Baik untuk belajar anak menjadi perbincangan akhir-akhir ini, karena itu pilihan untuk menempatkan anak pada tempat belajar tidak hanya di sekolah menjadi makin tinggi peminatnya, dengan meningkatnya kesadaran belajar orangtua agar anaknya menjadi lebih fokus pada kompetensi dan kemandirian, maka Ekosistem Onlina dan offline menjadi pilihan.

keinginan untuk selalu belajar seumur hidup mulai dini pada anak, karena Tujuan inti dari pendidikan adalah untuk menciptakan pembelajar seumur hidup. Keberhasilan di tempat kerja membutuhkan kemampuan kompetensi tiap pekerja untuk menemukan pengetahuan baru berkualitas. Landasan untuk keterampilan belajar ini adalah kebiasaan belajar yang diperoleh sejak awal di lingkungan keluarga, sekolah atau komunitas. Bagaimanapun, sebagian besar pembelajaran dalam hidup terjadi di kehidupan nyata.

Mari kita gunakan istilah kebiasaan belajar sepanjang waktu. Kebiasaan adalah tindakan yang dilakukan orang secara otomatis dan tanpa berpikir. Pikiran manusia adalah mesin penciptaan kebiasaan yang mencari tindakan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan tertentu dan memungkinkan tindakan itu dilakukan lagi di lingkungan yang sama tanpa berpikir. Misalnya, Anda tidak perlu memikirkan di mana sakelar lampu berada di kamar Anda, bagaimana cara menekan pedal gas dan rem di mobil Anda atau bagaimana cara mengetik huruf pada keyboard komputer Anda. Anda telah melakukan tindakan ini berkali-kali sehingga menjadi kebiasaan.

Bottom of Form

Lingkungan belajar perlu memanfaatkan kekuatan kebiasaan. Kami ingin siswa memikirkan konsep yang mereka pelajari, tetapi kami tidak ingin lingkungan menyarankan tindakan lain yang akan menghalangi pembelajaran. Berikut adalah tiga hal yang dapat membuat belajar lebih efektif.

1) Minimalkan Kebiasaan Gangguan

Di dunia modern, anak-anak melekat pada iPod, ponsel pintar, pesan teks, Facebook, dan pesan instan. Sejak awal, anak-anak telah mengembangkan kebiasaan memeriksa sumber-sumber ini beberapa kali setiap jam. Kebiasaan-kebiasaan itu masuk ke konsentrasi anak selama belajar, mengingatkan dia bahwa sudah waktunya untuk memeriksa telepon atau komputer.

Sayangnya, multitasking ini menghalangi untuk memperoleh pengetahuan berkualitas tinggi. Dibutuhkan waktu untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan rumah ke beberapa sumber informasi lain dan waktu tambahan untuk mengalihkan perhatian kembali. Tidak hanya pergeseran konstan yang memengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan, itu juga memengaruhi kualitas penelitian itu sendiri.

Untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih efektif, buat zona bebas gangguan selama waktu kerja. Parkirkan teknologi portabel di tempat lain di rumah. Jauhkan ponsel pintar dan iPod dari jangkauan lengan. Hapus pesan instan dari komputer dan larangan Facebook selama waktu belajar.

2) Ciptakan Ruang Kerja yang Konsisten untuk Belajar

Kebiasaan yang diciptakan anak-anak menjangkau sampai ke tingkat di mana mereka harus mencari alat dan perlengkapan yang mereka butuhkan untuk belajar. Itu berarti ruang kerja anak-anak harus diatur sehingga mereka tidak perlu mencari pensil, penghapus, atau kalkulator setiap hari. Anak-anak yang belajar di sebuah meja harus menjaga meja itu diatur dengan cara yang sama setiap hari. Anak-anak yang belajar di meja umum di rumah harus memiliki nampan atau nampan terdekat dengan persediaan di mana mereka dapat secara teratur menemukan apa yang mereka butuhkan tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan bagaimana mempersiapkan diri untuk belajar.

3) Temukan Lokasi dan Postur yang Efektif untuk Belajar

Teknologi modern sangat fleksibel sehingga tidak menempatkan banyak kendala di mana atau bagaimana anak-anak belajar. Adalah umum untuk melihat seorang anak menulis sebentar di meja, kemudian bekerja dari komputer laptop di lantai, dan kemudian berbaring di sofa untuk membaca buku.

Sulit untuk mempertahankan tingkat konsentrasi yang sama ketika berbaring di lantai atau disandarkan di tempat tidur seperti ketika duduk di meja. Kebiasaan tubuh saat berbaring adalah rileks dan tidur. Tidak membantu bagi seorang anak untuk melawan kecenderungan itu ketika belajar. Selain itu, berbaring mempromosikan membaca pasif. Sulit untuk membuat catatan atau mengetik saat berbaring. Jadi siswa yang sedang berbaring memainkan peran yang kurang aktif dalam pembelajaran mereka daripada mereka yang duduk.

Keuntungan dari mempromosikan perilaku ini adalah bahwa setelah beberapa saat sistem kebiasaan mulai masuk. Akhirnya, duduk di lingkungan yang terstruktur secara konsisten bebas dari teknologi yang mengganggu hanyalah cara belajar dilakukan – sekarang dan seumur hidup.