Generasi Z, anak baru yang Pintar

Menemui fenomena nyata generasi Z  (Lahir setelah tahun 1995-an) yang dianggap generasi baru dengan tingkat explore yang tinggi, membuat generasi sebelumnya kewalahan dengan ledakan cara berfikir dan manuver perilaku yang cenderung berbeda dengan cara orang dewasa dan sebagai orangtua kita harus yakin bahwa generasi Z juga mendengarkan hal-hal yang terjadi, bahkan mereka memiliki pandangan berbeda dan mengapa mereka juga mereka akan berfikir seperti apapun output dari hal tersebut.

Akan ada banyak pendapat dan opini dari sudut generasi lama dan berseberangan dengan generasi Z tentang bagaimana cara memahami gaya percakapan, bagaimana cara mereka berdiskusi dan situasi seperti itu sangat penting bagi kesuksesan mereka, karena perbedaan generasi cenderung memicu hal sensitif atas dasar adab dan budaya yang berbeda, namun kultur tersebut adalah pedoman paling dasar yang tetap penting di junjung generasi manapun untuk menjadikan generasi itu selamat dan menelurkan budaya yang baik untuk generasi selanjutnya. Jika mereka hanya terbiasa dikelilingi oleh ideologi mereka sendiri , pada waktu tertentu dalam ruang diskusi maka beebrapa hal bertentangan muncul, tentunya mereka akan menunjukkan respon yang tidak baik atau sama sekali tidak tahu cara merespon, disitulah tugas generasi sebelumnya menjaga agar generasi Z ini memiliki kultur yang baik, terus menjaga dan mengenalkan literatur budaya kearifan lokal yang bisa menjaga kemartabatan generasi Z yang rentan akan distrosi  budaya karena arus teknologi yang berlimpah.

Pada akhirnya, hal itu hanya akan membuat generasi lain pada tataran umur lebih dewasa akan menghakimi seluruh generasi Z yang pada dasarnya sebuah penghakiman akibat oknum yang ditemui, sebagian peniaian sepihak akan menunjuk mereka generasi Z  adalah generasi yang tidak sopan, generasi negosiator yang buruk atau justru penghakiman pada tingkatan anak manja. kita perlu mencari cara-cara yang nyata untuk membantu generasi Z keluar dari cangkang mereka, menyelamatkan mereka dengan membangun kesadaran dan mindset yang baik.

 

Semakin besar gelombang orang dewasa yang merasa menemani dan mendampingi generasi Z menuju kesadaran adalah sebuah gerakan mulia yang akan menyelamatkan generasi kedepan, maka semakin banyak pihak yang akan merasa beratnggung jawab untuk ikut serta dalam gerakan itu, maka gelombang ini akan menjadi gelombang kebaikan.