EKSPEKTASI PADA ANAK

Beberapa orang menganggap anak sebagai investasi masa depan, maka tak jarang jika orang tua memiliki ekspektasi yang begitu besar pada anaknya. Lalu apakah sebagai orang tua kita boleh berekspektasi pada anak? Tentu saja boleh asalkan, sebagai orang tua kita dapat mengukur apakah ekspektasi yang kita miliki menjadi hal baik atau tidak dalam proses seorang anak.

Ketika orang tua memiliki ekspektasi tinggi pada anaknya, maka tak jarang mereka akan menuntut sang anak untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Tentunya hal ini menjadi hal yang sangat tidak baik bagi anak, karena dapat berpengaruh pada Kesehatan mental anak.

Tuntutan yang diberikan oleh pihak orang tua akan menjadi beban untuk anak. Ketika pihak orang tua tidak mengukur kemampuan anak dan salah memberikan pengertian, yang dirasakan anak adalah beban bukan dorongan. Maka dari itu pihak orang tua harus bisa membedakan apakah prilakunya menjadi dorongan atau malah menjadi tekanan untuk anak.

Ekspektasi yang tinggi juga berpengaruh pada performa anak. Ketika anak merasa bahwa menuruti ekspektasi dari orang tuanya adalah hal yang sulit bahkan mustahil, performa yang ada pada anak juga akan menurun karena anak kehilangan rasa percaya dirinya akan kemampuan yang dimiliki.

Bukan berarti orang tua tidak boleh berekspektasi pada anak ya, ekspektasi juga diperlukan untuk memacu anak. Tapi orang tua tidak boleh langsung berekspektasi tinggi, memulai dari hal-hal kecil akan lebih baik dan lebih akurat untuk dicapai.

Dengan memberikan tantangan dengan target-target dalam jangka pendek, seorang anak akan merasa bahwa dirinya mampu mencapai target yang diberikan. Rasa percaya diri dari dalam diri anak akan menumbuhkan semangat untuk mencapai target. Target-target kecil akan mudah tercapai, selain itu keberhasilan dari target-target kecil ini dapat menumbuhkan daya tahan anak dan dapat menjadi pacuan yang baik untuk proses perkembangan anak.

Baik atau buruknya ekspektasi yang dimiliki orang tua bergantung pada bagaimana orang tua membebankannya. Menyesuaikan ekspektasi akan membuat anak nyaman dalam berproses dan tidak merasakan tekanan oleh orang tuanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *