FOKUS PADA KUALITAS DIRI

Bagi sebagian orang, mungkin memilih lingkungan belajar adalah suatu yang wajib untuk dilakukan. Dengan alasan untuk produktivitas dan kualitas yang terbangun, beberapa orang rela melakukan apapun untuk mendapat tempat belajar yang benar-benar berkualitas dimata mereka.

Banyak orang yang berpikir bahwa ketika mereka berada dalam lingkungan belajar yang bagus, keren, dan kekinian  maka orang lain akan merasa bahwa dia merupakan orang yang berkualitas. Pola pikir seperti ini tentunya masih sering kita temui bukan?. Pola pikir seperti itu memang masih banyak ditemukan. Menganggap tingginya kualitas pada diri seseorang dilihat dari kualitas tempat belajarnya, Mari kita sadari dan coba untuk melihatnya dari sudut pandang yang lain.

Jika kita mengambil sudut pandang yang bertabrakan dengan sudut pandang yang sebelumnya, kita akan berpikir bahwa kualitas tempat belajar bergantung pada kualitas orang- orang yang ada di dalamnya. Dari sudut pandang ini, seseorang akan merasa bahwa dimanapun tempat belajarnya kualitas dalam diri adalah hal yang terpenting dalam belajar.

Meningkatkan kualitas pada diri sendiri akan menjadi lebih penting jika dibanding dengan mencari tempat yang berkualitas. Dengan begini seseorang akan lebih giat dalam belajar, lebih menerima tempat belajarnya, dan memiliki pemikiran untuk mengembangkan potensi diri agar mampu membawa lingkungan ke arah yang lebih berkualitas.

Bukan hanya untuk lingkungan belajar, sudut pandang ini juga bisa kita terapkan dalam lingkungan pertemanan. Kita bukanlah seorang yang hebat hanya karena kita berteman dengan orang-orang yang hebat, tetapi lingkup pertemanan kita adalah lingkup yang hebat karena kita benar –benar orang yang hebat.

Menggunakan waktu dengan baik agar dapat bermanfaat dan mengerjakan sesuatu dengan cara konsisten adalah cara untuk menemukan kualitas dalam diri. tidak melakukan pekerjaan secara setengah-setengah, ketika kita melakukan pekerjaan setengah-setengah atau tidak menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar secara terus menerus maka habbit atau kebiasaan yang ada pada diri kita adalah kebiasaan yang tidak baik. Ingat bahwa tidak ada orang yang hebat dan berkualitas jika mereka masih memiliki kebiasaan yang tidak baik.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *