Ijazah atau Portofolio

Pasca hari raya idul fitri 1440H, kantor kariranak.id kedatangan beberapa tamu yang bersilaturahmi dan sberdiskusi tentang program-program pendampingan untuk remaja di ekosistem kedepan, Pembahasan tentang Portofolio di masa depan juga menjadi diskusi yang selalu seru bagi para orang tua, karena, makin banyak pihak yang menyadari tentang pentingnya kemampuan kompetensi pada anak, terutama remaja yang sudah mulai memikirkan langkah untuk karirnya di masa depan.

kalau berbicara tentang profesi-profesi mandiri (yang menjadi ciri era teknologi/informasi) dan profesi masa depan, portofolio dan kemampuan menghasilkan output menjadi sebuah hal yang tak bisa ditawar lagi. Portofolio memiliki nilai yang lebih daripada ijazah; apalagi ijazah yang hanya sekedar formalitas. – Rumah inspirasi-

Dari Rumah inspirasi kita mendapatkan kesimpulan tentang portofolio yang memiliki nilai lebih dari pada ijazah, dan kita dikuatkan lagi oleh Northeastern University, 79% bahwa generasi Z memilih memadukan program edukasi dengan praktek seperti magang, untuk membangun portofolionya karena beberapa perusahaan besar di Indonesia pun hari ini tidak hanya sekedar menerima pekerja, mereka lebih merinisiatif untuk bekerja sama dengan mendatangi kampus dan membangun sebuah projek dan menjalin kerjasama dengan mahasiswa yang sudah bersedia untuk ikut berkontibusi.

Proses kolaborasi seperti ini sudah berjalan beberapa tahun lalu, pada tahun 2013 Facebook bermitra dengan 22 universitas di Amerika dan memberikan kredit ilmu komputer pada mahasiswa yang berprestasi untuk dalam proyek open source,  setelah fase berjalan  para mahasiswa yang ikut berkontribusi akan terlihat kemampuannya dan memudahkan semua pihak untuk menemukan bentuk kerjasama kedepannya.

membangun budaya kolaborasi dalam portofolio anak akan membantu proses belajar lebih efektif, karena anak akan mendapat apresiasi dari lingkungan atas kontribusinya dan anak akan merasa memiliki andil dalam membantu menyekesaikan sebuah projek, dan itu membantu kesadaran dalam diri anak akan keberadaan yang dibutuhkan pihak lain dan membutuhkan bantuan pihak lain sebagai manusia sosial.

 

selamat berproses

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *