RENDAH HATI UNTUK BERPROSES

Kata ujian hidup merupakan kata yang sering kita dengar. Ujian hidup seseorang sering kali didefinisikan sebagai saat dimana mereka mendapat banyak kesulitan, dan dengan rasa terpaksa atau tidak mereka harus menjalaninya. Dalam kehidupan berkomunitas, ujian hidup seseorang bukan hanya didapat ketika mereka menemukan kesulitan. Kesuksesan karir atau kemampuan yang meningkat juga sering kali menjadi ujian hidup bagi seseorang.

 

Tidak semua orang mampu menjalani proses-proses sulit dalam hidupnya, itu saja sudah membuat seseorang stres memikirkan solusi dari masalahnya bukan? Maka secara sadar atau tidak ketika seseorang berhasil memecahkan masalahnya, mereka akan merasa puas dan tak jarang rasa puas itu membuat mereka kurang sadar akan lingkungan sekitar.

 

Ketika seseorang berada dalam tingkat kesuksesan, pasti akan ada  mata yang memandang, akan ada banyak senapan yang membidik untuk menjatuhkannya. Semua tingkah laku yang dijalankan akan terekam dan terseleksi dimata orang lain.

 

Pentingnya menanamkan sikap rendah hati. Mengapa dalam kesuksesan seseorang harus memiliki sikap rendah hati? ketika seseorang meraih kesuksesan, bukan hal yang mustahil jika orang lain banyak mengawasi tingkah laku untuk mencari kesalahan dalam kesuksesan seseorang. Sikap rendah hati akan memperkecil potensi pandangan buruk orang lain terhadap seseorang.

 

Yang perlu diingat adalah orang lain hanya memandang, menseleksi, dan kemudian mengeluarkan keritik atau pendapatnya untuk kita. Sedangkan kita hanya perlu berhati-hati dalam berproses dan tetap berusaha untuk menanamkan sikap rendah hati terhadap orang lain dan lingkungan.

 

Menerima segala kritik atau saran dari orang lain untuk memperbaiki diri dan kembali berproses. Terkadang mereka yang mengkritik hanya melihat dari apa yang mereka lihat, bukan dari banyak sudut pandang tetapi kita sebagai seorang yang baik harus menyikapinya dengan cara yang tepat. Dengarkan dengan rendah hati, tetap mencoba menerima semua kritikan untuk bahan pertimbangan dan perbaikan diri. Karena dari 100% kritikan orang yang sering kita anggap salah minimal ada 10% kata yang benar dan bisa kita pelajari untuk memperbaiki diri.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *