Posts

Pentingnya Kemampuan Menganalisis Masalah Oleh Anak

A : ” Aku bingung, target karyaku seringkali tidak terpenuhi sesuai jadwal, padahal aku sudah berusaha untuk mengerjakannya sesuai targetku.”
P : ” menurutmu masalahnya apa ?”
A : ” ya masalahnya adalah targetku tidak terpenuhi sesuai rencanaku.”
P : ” itu adalah situasi yang terjadi saat ini, bukan masalahnya, coba ditelusuri lagi jadi sebenarnya apa masalahmu ?”
A : “oiya masalahnya adalah aku tidak fokus, mengerjakan karya sambil nonton youtube, atau asik mendengarkan podcast jadi kadang fokusku terganggu.”

Anak seringkali keliru dalam mengenali sebuah masalah, sebagai pendamping anak, kita perlu terus menstimulasi kecerdasan anak untuk mengasah kemampuannya dalam mengenali masalahnya.

Kadang anak terfokus kepada situasi yang terjadi saat itu, sehingga malah tidak memahami inti dari masalah yang mereka hadapi, dan bahkan malah bingung atas situasi tersebut tanpa berfikir untuk menemukan solusinya.

Kemampuan anak mengenali masalah menjadi penting, dengan begitu anak menjadi lebih mudah untuk mengurai benang kusut, alih-alih menggerutu atas situasi benang kusut, anak akan fokus membenahi simpul-simpul yang kusut dengan tenang jika mereka memiliki kesadaran akan hal itu.

A : ” Target karyaku sudah terpenuhi sesuai jadwal.”
P : ” Wah keren, apa yang kamu lakukan sehingga targetmu bisa selesai tepat waktu ?”
A : ” Saat berkarya aku fokus mengerjakannya tanpa Youtube, aku hanya mendengarkan musik karena musik tidak mengganggu fokusku.”
P : ” Keren, karena kamu bisa menemukan solusi atas masalahmu setelah kamu mengenali masalahmu. Selamat Nak.”

Selamat mendampingi anak-anak dengan bahagia ❤️

Bagaimana orang dewasa menaklukkan hati remaja

Menjadi orang dewasa yang memahami sifat remaja sekarang dilakukan demi bisa membangun sebuah kerjasama yang berhasil, terutama di tempat kerja saat ini, untuk menjadi mentor bagi mereka  yang remaja golongan milenial dan gen Z terbaik membutuhkan kesadaran orang dewasa yang memperlakukan generasi baru ini seolah-olah Anda adalah bukan hanya sekedar tapi partner, mentor, sahabat bahkan orang tua mereka.

Sebagian pekerja melakukan curhat tentang generasi muda ini “ kami tidak harus menjadi orangtua bagi mereka di tempat kerja, mereka bukan anak-anak lagi, capek, dan itu sebabnya mereka menyebutnya pekerjaan dan mereka mendapatkan dibayar, profesional lah”.

“Oh ya, apa yang terjadi dengan pola pikir yang seperti itu jika dijalankan sampai hari ini? silahkan tidak percaya   , karena resiko yang terjadi adalah  tidak ada yang terjadi kecuali komunikasi yang berantakan dalam sebuah team. silahakan memulai mengubah pola pikir untuk benar-benar peduli dan berinvestasi dalam keberhasilan dan kemajuan mereka. Tunjukkan cinta yang kuat dan teguh dalam pendekatan Anda. Semakin jelas Anda tentang apa yang Anda inginkan dari milenium Anda, semakin mereka akan mengerti apa yang dituntut dari mereka untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri.

Berikan tanggung jawab kepada milenium Anda dan beri mereka kesempatan untuk gagal. Ya,  Biarkan mereka gagal . Mereka perlu belajar bagaimana mengatasi kegagalan, mengembangkan harga diri, dan belajar dari kesalahan mereka. Sebagai pelatih milenial (dan orang tua), ini memberi Anda kesempatan untuk memberdayakan mereka dengan alat yang mereka butuhkan di dunia nyata — untuk tumbuh dan menjadi mandiri.

Tanamkan pentingnya melakukan pekerjaan luar biasa dan mengajarkan kesabaran milik generasi masa lampau  yang menjadi value besar anda. Jelaskan pada generasi baru bahwa tidak ada hal yang bernilai yang mudah didapatkan. Tetapkan tujuan di sepanjang jalan sehingga mereka belajar untuk menikmati proses, sambil tumbuh secara bersamaan.

Saat Anda muncul secara otentik untuk menjadi partner bagi generasi baru ini, mereka akan muncul untuk Anda dan perusahaan Anda. Cara baru melatih generasi baru ini adalah seperti mengasuh anak. Apakah Anda siap menghadapi tantangan?